PADI Pembeli Siaga Rights Issue Bank Muamalat

PADI Pembeli Siaga Rights Issue Bank Muamalat

PADI Pembeli Siaga Rights Issue Bank Muamalat

PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) berniat berinvestasi di PT Bank Mualamat. Langkahnya dengan menjadi pembeli siaga dalam penawaran saham terbatas atau rights issue oleh Bank Muamalat.

Dalam prospektus singkat yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/10/2017), PT Minna Padi Investama menyatakan, akan merogoh kocek Rp 4,5 triliun untuk investasi di Bank Muamalat Indonesia.

Perseroan akan menjadi pembeli siaga dalam penawaran saham terbatas atau rights issue Bank Muamalat Indonesia. Pada 20 September 2017, Bank Muamalat Indonesia telah disetujui untuk meningkatkan modal dasar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Bank Muamalat akan melaksanakan penawaran umum terbatas VI dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Pelaksanaan PUT VI itu akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang penambahan modal perusahaan terbuka dengan HMETD.

Bank Muamalat Indonesia akan meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetornya dengan cara mengeluarkan 80 miliar saham seri B.

Dengan pelaksanaan rights issue itu, Bank Muamalat Indonesia telah menunjuk perseroan sebagai pembeli siaga dengan nilai pembelian Rp 4,5 triliun. Angka itu setara dengan kepemilikan saham sekurang-kurangnya 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor Bank Muamalat Indonesia.

PT Minna Padi Investama Tbk berencana mengembangkan usaha dan melihat peluang yang ada saat ini. Peluang yang dimiliki perseroan terdapat pada sektor keuangan dan khususnya bank yang menjalankan usaha dengan prinsip syariah.

Perseroan melihat prospek besar pada bank syariah. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim namun penetrasi pasar pada segmen ini masih relatif rendah.

Untuk mengembangkan usaha itu, PT Minna Padi Investama Tbk akan peroleh dana dari pemegang saham. Untuk melakukan aksi korporasi itu, PT Minna Padi Investama Tbk akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 November 2017.