IHSG Turun ke 6.505,52 Akibat Investor Asing Lepas Saham

IHSG Turun ke 6.505,52 Akibat Investor Asing Lepas Saham

IHSG Turun ke 6.505,52 Akibat Investor Asing Lepas Saham

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan terus mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup dengan turun 39,11 poin atau 0,60% ke level 6.505,52. Indeks LQ45 tercatat turun 0,49% di level 1.097,77.

Terdapat sebanyak 268 saham melemah mengakibatkan IHSG terdorong ke zona merah. Di luar itu, 101 saham menguat dan 90 saham tetap stabil. Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 332.665 kali. Volume transaksi yang diperdagangkan 11,8 miliar dengan nilai Rp. 8 triliun.

Tercatat investor asing melakukan penjualan senilai Rp 1,7 triliun di seluruh pasar. Sementara posisi kurs rupiah 13.645 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk indeks, hanya satu yang mampu menguat yaitu industri dasar yang naik 1,83 persen.

Sektor pertambangan tertekan 2,48 persen dan memimpin pelemahan. Disusuk kemudian sektor aneka industri yang melemah 1,76 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,69 persen.

Tiga saham yang mengalami penguatan tertinggi, antara lain IBFN yang naik 34,88 persen ke posisi 116, PSDN menguat 24,86 persen menjadi 462, dan BACA yang menguat 18,72 persen ke posisi 222.

Sementara, tiga saham yang melemah, antara lain AKSI turun 24,71 persen menjadi 256. Disusul ATIC melemah 14,84 persen ke Rp 660, dan VICO melemah 10,45 persen menjadi Rp 240.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.491,28 dan terendah 6.466,71. Ada sebanyak 212 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah. Selain itu ada 41 saham menguat dan 72 saham diam di tempat.

Total transaksi perdagangan saham sekitar 46.516 kali dengan volume perdagangan 1,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 837 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 37 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.647.

Secara sektoral, 10 sektor saham melemah dengan sektor saham industri dasar memimpin pelemahan terbesar. Sektor saham industri turun naik 1,93 persen, disusul sektor saham tambang melemah 1,68 persen dan sektor saham konstruksi tertekan 1,22 persen.

Saham-saham catatkan top gainers antara lain saham IBFN naik 29,07 persen ke posisi Rp 111, saham BGTG melonjak 20,41 persen ke posisi Rp 178, dan saham BBHI menanjak 14,02 persen ke posisi Rp 244 per saham.