IHSG Hari Ini Berpotensi Naik

IHSG Hari Ini Berpotensi Naik

IHSG Hari Ini Berpotensi Naik

Pergerakan Indeks harga saham Gabungan bakal menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Kondisi ekonomi stabol dan rilis data ekonomi akan pengaruhi laju IHSG.

Analis Pt Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkanm pergerakan IHSG masih terlihat dalam konsolidasi wajar, Potensi penguatan IHSG masih terluhat besar. Bila terjadi koreksi, menurut William, pelaku pasar dapat lakukan aksi beli, mengingat kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup stabil.

“IHSG akan bergerak di kisaran 6.411-6.671 pada Selasa pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Selasa (13/2/2018).

Analis PT Binaartha Institutional Research, Reza Priyambada menuturkan, IHSG bergerak di kisaran support 6.503-6.514. Sedangkan level resistance di 6.536-6.548. Pergerakan IHSG akan dipengaruhi laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan laporan keuangan emiten.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak di kisaran 6.460-6.556. Lanjar menilai, IHSG kembali konsolidasi secara teknikal dengan mencoba terus bertahan di atas 6.500.

“Terkonsolidasinya pergerakan IHSG semakin bentuk pola tren menurun jangka pendek hingga mampu mematahkan level moving average 20 harian di kisaran level 6.560,” kata dia.

Untuk pilihan saham, Reza memilih saham Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Sedangkan William memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Senin ini.

Sektor perkebunan menjadi salah satu pendorong penguatan bursa saham.Pada penutupan perdagangan Senin 12 Februari 2018, IHSG ditutup naik 17,93 poin atau 0,28 persen ke level 6.523,45. Indeks LQ45 tercatat turun tipis 0,03 persen di level 1.097,35.

Sebanyak 264 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Di luar itu, 116 saham melemah dan 105 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham pada hari ini mencapai 401.798 kali. Volume transaksi yang diperdagangkan 15,5 miliar dengan nilai Rp 7,5 triliun, dan nilai Rp 552 miliar di seluruh pasar.

Sementara posisi kurs rupiah 13.640 per dolar AS.Dari 10 sektor pembentuk indeks, hanya tiga yang tertekan yaitu industri dasar, barang konsumsi dan manufaktur.

Sektor perkebunan menguat 1,73 persen dan memimpin penguatan. Disusul kemudian sektor pertambangan yang naik 1,69 persen dan sektor konstruksi yang terdongkrak 1,24 persen.

Tiga saham yang mengalami penguatan tertinggi, antara lain MYRY yang naik 36,59 persen ke posisi 168, RIMO menguat 34,51 persen menjadi 191, dan BHIT yang menguat 26,17 persen ke posisi 135.

Sementara, tiga saham yang melemah, antara lain GOLD turun 20,77 persen menjadi 412. Disusul PTIS melemah 20,30 persen ke Rp 392, dan PSDN melemah 15,15 persen menjadi Rp 392.