IHSG Berada di Posisi 6.444, Kembali Mencetak Rekor

IHSG Berada di Posisi 6.444, Kembali Mencetak Rekor

IHSG Berada di Posisi 6.444, Kembali Mencetak Rekor

Pegerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) kembali mencetakan rekor pada perdangan Rabu ini.

Pada penutupan perdangangan saham Rabu, 17 Januari 2018, IKSh menguat 14,8 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.444,51. Indeks saham LQ 45 naik 0,03% ke posisi 1.093,67. Sebagian besar indeks saham acuan berada pada zona hijau.

Terdapat 192 saham menguat sehinga mendorong IHSG ke zona hijau. Sebanyak 156 saham melemah dan 123 sahan diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6,452,50 dan terendah 6,420,06.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 445.905 kali dengan volume perdagangan 14,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp. 9,8 Triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 122,35 Miliar diseluruh pasar. posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp. 13.349.

Secara sektoral, saham industri dasar naik 2,20%, dan catatkan penguatan tebesar. Disusul sektor saham infrastruktur menanjak 1,03% dan sektor saham pertambangan naik 0,69%.

Sementara ada juga saham yang melemah antara lain, keuangan turun 0,38%, konsumsi 0,29% dan aneka industri melemah 0,16%.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar, antara lain yaitu saham LCKM melonjak 25% ke pisisi Rp. 390, saham BSIM naik 24,63% ke posisi Rp. 835 per saham, dan saham PCAR menanjak 18,87% ke posisi rp. 1.260.

Adapun saham-saham yang tertekan antara lain saham RBMS turun 15,15% ke posisi Rp224, saham LPPS tergelincir 11,82% ke posisi Rp 97, dan saham BMAS susut 9,42% ke posisi Rp. 346 per saham.