Cara Berinvestasi Di Bursa Efek

Bursa Efek adalah suatu tempat yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual beli saham dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di Bursa Efek tersebut.

Apabila kita ambil contoh,‭ ‬Bursa Efek ibaratnya seperti PD Pasar Jaya,‭ ‬melainkan berhubungan langsung dengan pedagang.‭ ‬Yang behubungan langsung dengan PD Pasar Jaya adalah para pedagang yang menempati kios tersebut.

Pada dasarnya,‭ ‬jika Anda ingin bertransaksi / berbisnis saham baik melakukan pembelian maupun penjualan saham,‭ ‬maka Anda harus berhubungan dengan perusahaan sekuritas atau biasa disebut broker atau perusahaan pialang yang menjadi anggota bursa.‭

Perusahaan efek ini memiliki wakilnya di Bursa Efek yang biasa disebut pialang.‭ ‬Pialang saham tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas dasar order atau amanat yang Anda berikan baik untuk jual maupun untuk beli.‭ ‬Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi Anda.‭ ‬Atas jasanya itu maka Anda wajib membayar biaya komisi kepada pialang.

Minimal Dana Untuk Berinvestasi
Pada dasarnya tidak ada batasan dana dan jumlahnya untuk jual beli saham.‭ ‬Dalam perdagangan saham,‭ ‬jumlah yang diperjualbelikan adalah dalam satuan perdagangan yang disebut lot.

Di Bursa Efek Indonesia satu lot berarti‭ ‬100‭ ‬saham,‭ ‬itulah batas minimal pembelian saham.‭ ‬Lalu dana yang dibutuhkan untuk bisnis saham menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa.‭ ‬Misalnya harga saham PT.‭ ‬ABC‭ ‬Rp.‭ ‬1.000,‭ ‬maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi‭ (‬100‭ ‬dikali Rp.‭ ‬1.000‭) ‬sejumlah Rp.‭ ‬100.000.‭ ‬Sebagai ilustrasi lain,‭ ‬Jika saham XYZ harga per sahamnya Rp.‭ ‬2.500‭ ‬maka dan minimal untuk membeli saham tersebut berarti‭ (‬100‭ ‬dikali Rp.‭ ‬2.500‭) ‬sebesar Rp.‭ ‬250.000.

Cara Menjadi Nasabah Perusahaan Efek‭ (‬Pembukaan Rekening Nasabah‭)
Sebelum Anda melakukan jual beli saham,‭ ‬seperti layaknya membuka rekening di bank maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening disatu atau beberapa Perusahaan Efek.‭ ‬Dengan pembukaan rekening tersebut maka secara resmi Anda telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas Anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek seperti Nama,‭ ‬Alamat,‭ ‬Nomor Rekening Bank dan data-data lainnya.‭ ‬Bersamaan dengan pembukaan rekening ini,‭ ‬Anda menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Biaya jual beli saham
Komponen dari biaya pembelian saham adalah sebagai berikut‭ ‬:
Nilai pembelian saham‭ ‬+‭ ‬komisi pialang‭ saham ‬+‭ ‬PPN‭ ‬10%‭
Komponen dari biaya penjualan saham adalah sebagai berikut‭ ‬:
Nilai penjualan saham‭ ‬+‭ ‬komisi pialang‭ ‬+‭ ‬PPN‭ ‬10%‭ ‬+‭ ‬pajak penghasilan sebesar‭ ‬0,1%.

Untuk pembelian dan penjualan saham,‭ ‬pemodal harus membayar biaya komisi kepada broker / pialang‭ ‬saham yang melaksanakan pesanan.‭ ‬Artinya besarnya biaya komisi dapat dinegosiasikan dengan pialang‭ ‬/‭ ‬broker dimana pemodal berbisnis saham atau melakukan jual-beli saham.‭ ‬Umumnya untuk transaksi beli pemodal dikenakan‭ ‬fee broker sebesar‭ ‬0,3%‭ ‬dari nilai transaksi sedangkan untuk transaksi jual dikenakan‭ ‬0,4%‭ (‬untuk transaksi jual pemodal masih dikenakan pajak penghasilan atas‭ ‬penjualan saham sebesar‭ ‬0,1%‭ ‬dari nilai transaksi‭)‬.

Sebagai ilustrasi,‭ ‬misalnya seorang pemodal melakukan transaksi pembelian atas saham XYZ sebanyak‭ ‬5‭ (‬lima‭) ‬lot dimana harga saham ABC terjadi pada posisi Rp.‭ ‬3.000‭ ‬per saham.

Keterangan Perhitungan Nilai Uang‭ (‬Rp.‭)
Transaksi Beli 5‎ ‏x‭ ‬100‭ ‬saham x Rp.‭ ‬3,000, 1.500.000,-
Komisi untuk Broker
‎(‏0,3%‎ ‏dari nilai transaksi‭)
0,3%‎ ‏x Rp.‭ ‬1.500.000,- 4.500,-
PPN‭ ‬10%‭ ‬dari komisi 10%‎ ‏x Rp.‭ ‬4.500,- 450,-
Biaya Pembelian Saham 4.950,-
Total biaya yang dikeluarkan 1.504.950,-

Sebagai ilustrasi lain,‭ ‬misalnya seorang pemodal melakukan transaksi penjualan atas saham ABC sebanyak‭ ‬5‭ (‬lima‭) ‬lot dimana harga saham ABC terjadi pada posisi Rp.‭ ‬3.000‭ ‬per saham.

Keterangan Perhitungan Nilai Uang‭ (‬Rp.‭)
Transaksi Beli 5‎ ‏x‭ ‬100‭ ‬saham x Rp.‭ ‬3,000, 1.500.000,-
Komisi untuk Broker
‎(‏0,3%‎ ‏dari nilai transaksi‭)
0,3%‎ ‏x Rp.‭ ‬1.500.000,- 4.500,-
PPN‭ ‬10%‭ ‬dari komisi 10%‎ ‏x Rp.‭ ‬4.500,- 450,-
PPh atas Transaksi Jual
‎(‏0,1%‎ ‏dari Nilai Transaksi‭)
0,1%‎ ‏x Rp.‭ ‬1.500.000,- 1,500,-
Biaya Pembelian Saham 6.450,-
Total biaya yang dikeluarkan 1.493.550,-

Pada saat Anda melakukan pembelian saham dimana posisi Anda sebagai Investor Beli dan Anda harus menghubungi Pialang Anda‭ (‬misalnya kantor pialang‭ “‬A‭”) ‬yang kemudian akan meneruskan instruksi Anda tersebut kepada pialang saham lain‭ (‬misalnya kantor pialang‭ “‬B‭”)‬.

Instruksi beli tersebut dimasukan‭ (‬entry‭) ‬ke sistem computer perdagangan otomatis langsung dari kantor pialang ke sistem JATS‭ (‬Jakarta Automated Trading Systems‭)‬.‭ ‬Sistem Komputer tersebut menggunakan sistem tawar menawar‭ ‬sehingga untuk aktivitas beli akan diambil dari harga tertinggi dan sebaliknya untuk aktivitas jual diambil dari harga terendah.

Jika Anda ingin melakukan penjualan saham,‭ ‬maka posisi Anda adalah sebagai Investor Jual.‭ ‬Pada dasarnya proses yang dilakukan sama yaitu Anda harus menghubungi pialang saham Anda dan seterusnya.

Dalam melakukan jual beli saham, jumlah kelipatan atau maksimal penawaran serta permintaan tidak dapat sembarangan. Ada aturan jumlah kelipatan permintaan dan penawaran yang harus diikuti sehingga memiliki keseragaman, aturan tersebut dinamakan fraksi harga saham.

Remote Trading
Remote trading dapat diartikan sebagai sistem Perdagangan Jarak Jauh,‭ ‬dimana setiap order transaksi di kantor broker‭ (‬perusahaan Efek‭) ‬langsung di kirim ke sistem perdagangan Bursa Efek‭ (‬sistem JATS‭)‬,‭ ‬tanpa perlu memasukan order dari Lantai Bursa‭ (‬trading floor‭)
Manfaat Remote Trading Bagi Pemodal
Mengingat teknologi‭ ‬Remote Trading berkaitan erat dengan proses transaksi,‭ ‬maka tentu saja pemodal mendapat beberapa manfaat,‭ ‬antara lain‭ ‬: