Bursa Asia Menguat Imbas Wall Street Positif

Bursa Asia Menguat Imbas Wall Street Positif

Bursa Asia Menguat Imbas Wall Street Positif

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Penguatan bursa Asia ini didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang cetak rekor.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,04 persen. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,6 persen. Penguatan indeks saham Jepang tersebut didorong sektor keuangan dan manufaktur . Hal itu didorong dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap yen.

Indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,1 persen. Penguatan tersebut didorong sektor saham teknologi. Saham Samsung Electronics naik 1,67 persen dan saham SK Hynix menguat 1,78 persen. Demikian mengutip laman CNBC, Selasa (17/10/2017).

Harga tembaga menguat di atas US$ 7.000 metrik ton untuk pertama kali sejak 2014. Hal itu didukung dari sentimen China.

Dalam laporan ANZ menyebutkan, investor mengharapkan hasil positif jelang pertemuan kongres partai China yang dimulai pada 18 Oktober.

Di pasar komoditas, harga minyak cenderung stabil usai situasi Irak yang kondusif. Harga minyak Brent berada di posisi US$ 57,55 per barel. Sedangkan harga minyak Amerika Serikat (AS) turun 0,25 persen ke posisi US$ 51,74 per barel.

Di pasar uang, indeks dolar AS berada di posisi 93,39. Sedangkan dolar AS terhadap yen berada di posisi 112,22. Euro tergelincir dipengaruhi pemilihan umum di Austria.

Penguatan bursa Asia juga didorong dari wall street. Indeks saham Dow Jones naik 0,37 persen atau 85,24 poin ke posisi 22.956,96.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sedang mencari pimpinan the Federal Reserve juga menjadi perhatian pasar. Trump akan bertemu sejumlah kandidat pimpinan the Federal Reserve pada Kamis pekan ini.